Banten

Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya

Abdurahman | 5 Oktober 2026, 17:33 WIB
Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya
Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia (Freepik)

AKURAT BANTEN– Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan jumlah orang superkaya paling cepat di dunia dalam lima tahun mendatang.

Bukan sekadar meningkat, pertumbuhannya diperkirakan menjadi yang tertinggi secara global.

Berdasarkan The Wealth Report 2026 yang diterbitkan Knight Frank, jumlah individu ultra-kaya atau Ultra-High-Net-Worth Individuals (UHNWI) di Indonesia diproyeksikan meningkat dari 3.833 orang pada 2026 menjadi 6.966 orang pada 2031.

Jika dihitung berdasarkan angka tersebut, jumlahnya bertambah sekitar 3.133 orang hanya dalam kurun lima tahun.

Persentase pertumbuhannya mencapai sekitar 82 persen, yang dalam pemberitaan Kompas disebut sebesar 81,7 persen.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi pertama dalam daftar negara dengan proyeksi pertumbuhan populasi UHNWI tercepat pada periode 2026-2031.

Indonesia bukan negara dengan jumlah orang superkaya terbanyak di dunia. Namun, justru laju pertambahannya yang membuat Indonesia mencuri perhatian: dalam lima tahun, populasi orang dengan kekayaan minimal US$30 juta diproyeksikan hampir berlipat ganda.

Baca Juga: FINAL Indonesia vs Thailand Bikin Heboh! 67 Ribu Tiket Ludes, SUGBK Dipastikan Penuh Sesak, GARUDA Dibanjiri Dukungan

Siapa yang Disebut Orang Superkaya?

Sebelum melihat lebih jauh angka tersebut, ada satu hal penting yang perlu dipahami.

Istilah orang superkaya dalam laporan Knight Frank merujuk pada kelompok UHNWI, yakni individu yang memiliki kekayaan bersih sedikitnya US$30 juta.

Jadi, angka 6.966 orang bukan berarti seluruhnya adalah miliarder.

Kelompok tersebut mencakup individu dengan total kekayaan bersih minimal US$30 juta, termasuk aset dan kepemilikan yang diperhitungkan dalam metodologi Knight Frank.

Sementara itu, Knight Frank membedakan UHNWI dengan HNWI. HNWI merupakan individu dengan kekayaan bersih minimal US$1 juta, sedangkan ambang UHNWI berada pada US$30 juta.

Baca Juga: Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi

Dari 3.833 Menjadi 6.966 Orang

Perubahan angka populasi superkaya Indonesia menjadi salah satu bagian paling menarik dari laporan tersebut.

Pada 2026, Indonesia diperkirakan memiliki 3.833 UHNWI.

Lima tahun kemudian, jumlah itu diproyeksikan mencapai 6.966 orang.

Dengan kata lain, ada sekitar 3.133 individu yang diperkirakan masuk ke kelompok tersebut selama periode 2026-2031.

Yang membuatnya semakin mencolok adalah kecepatannya.

Indonesia berada di urutan pertama dalam daftar pertumbuhan populasi UHNWI, mengungguli sejumlah negara lain yang juga diproyeksikan mengalami pertumbuhan kekayaan sangat tinggi.

Baca Juga: BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery

Indonesia Mengalahkan Arab Saudi dan Amerika Serikat

Besarnya proyeksi pertumbuhan Indonesia terlihat ketika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Arab Saudi berada di posisi berikutnya dengan pertumbuhan sekitar 63 persen, sementara Polandia juga sekitar 63 persen.

Vietnam diproyeksikan tumbuh sekitar 59 persen, Australia 59 persen, dan Swedia sekitar 55 persen.

Amerika Serikat, yang saat ini memiliki populasi UHNWI jauh lebih besar, diproyeksikan tumbuh sekitar 54 persen.

Dengan demikian, posisi Indonesia di peringkat pertama bukan karena jumlah orang superkayanya paling banyak, melainkan karena persentase pertambahannya paling tinggi.

Baca Juga: Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan

Lantas, Apa Penyebabnya?

Inilah bagian yang membuat proyeksi tersebut menarik.

Pertumbuhan kelompok superkaya tidak terjadi dalam ruang kosong. Knight Frank melihat adanya perubahan besar dalam peta penciptaan kekayaan dunia.

Kekayaan semakin berkembang di sejumlah pasar yang ekonominya sedang tumbuh dan mengalami transformasi.

Indonesia termasuk salah satu pasar tersebut.

Pertumbuhan sektor usaha, investasi, pasar modal, kewirausahaan, ekonomi digital, serta berbagai aktivitas bisnis menjadi bagian dari lanskap yang dapat menciptakan kekayaan baru.

Dalam laporan 2026, Knight Frank memang menyoroti perubahan lokasi, sektor, serta demografi yang menjadi pendorong pergerakan kekayaan global.

Artinya, lonjakan jumlah UHNWI Indonesia dapat dibaca sebagai salah satu indikator bahwa pusat penciptaan kekayaan baru semakin berkembang di pasar-pasar emerging.

Baca Juga: Geger! Guru ICM Serpong Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Dugaan Child Grooming Terungkap

Bukan Berarti Indonesia Punya Orang Superkaya Terbanyak

Namun, jangan sampai angka 81,7 persen atau sekitar 82 persen tersebut disalahartikan.

Indonesia bukan negara dengan jumlah UHNWI terbanyak di dunia.

Amerika Serikat masih jauh di atas Indonesia.

Dalam proyeksi Knight Frank, Amerika Serikat memiliki sekitar 251.352 UHNWI pada 2026 dan diperkirakan meningkat menjadi 387.422 orang pada 2031.

Indonesia pada periode yang sama bergerak dari 3.833 menjadi 6.966 orang.

Jadi, perbedaannya terletak pada laju pertumbuhan, bukan jumlah absolut.

Sederhananya, Amerika Serikat memiliki basis orang superkaya yang jauh lebih besar, sementara Indonesia diproyeksikan mengalami pertambahan dengan persentase yang jauh lebih cepat.

Baca Juga: Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya

Ada Sisi Lain yang Tak Kalah Menarik

Lonjakan jumlah orang superkaya tentu menjadi kabar menarik dari perspektif penciptaan kekayaan.

Tetapi angka tersebut juga perlu dibaca secara hati-hati.

Pertumbuhan populasi UHNWI tidak otomatis berarti kekayaan telah tersebar secara merata di seluruh lapisan masyarakat.

Sebaliknya, data ini lebih menggambarkan bahwa semakin banyak individu yang diproyeksikan mencapai tingkat kekayaan sangat tinggi.

Karena itu, pertanyaan berikutnya bukan hanya berapa banyak orang superkaya yang akan muncul, tetapi juga bagaimana pertumbuhan kekayaan tersebut berdampak terhadap perekonomian secara lebih luas.

Jika proyeksi tersebut benar-benar terwujud, lima tahun ke depan bisa menjadi periode yang sangat menentukan bagi munculnya generasi baru orang superkaya Indonesia.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman